This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 13 Agustus 2011

Tugas2


KATA PENGANTAR
          Puji dan syukur penyusun panjatkan Ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas Karunia-Nya penyusun dapat menyelesaikan makalah ini.
          Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas penunjang serta pelengkap materi dalam proses belajar Mata Pelajaran Mulok Seni Karawitan. Makalah  ini penyusun beri judul “Saron dan Bonang.”  Sebagi pelengkap catatan pada materi Standar Kompetensi/Kompetensi Dasar Mengapresiasi dan Mengidentipikasi Karya Seni Karawitan indikator “ Waditra Sunda". Penyusun memperoleh informasi dari situs internet dan buku panduan.
Dalam penyusunan makalah ini, penyusun telah berusaha sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan. Meskipun telah berusaha dengan segenap kemampuan, namun segala kritik dan saran akan penyusun sambut dengan kelapangan hati.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penyusun dan bagi para pembaca pada umumnya.





                                                                   Sukamantri,  Agustus  2011
Penyusun

SARON
Saron (atau disebut juga ricik) adalah salah satu instrumen gamelan yang termasuk keluarga balungan. Biasanya terdiri dari tujuh perunggu bar diletakkan di atas kerangka beresonansi (Rancak). Biasanya sekitar 20 cm (8 in) tinggi, dan dimainkan di lantai oleh seorang duduk pemain.
Dalam satu set gamelan biasanya punya 4 saron, dan kesemuanya memiliki versi pelog dan slendro. Dalam pelog skala, bar sering membaca 1-2-3-4-5-6-7 di (dalam kepatihan penomoran); untuk slendro, yang batang 6-1-2-3-5-6-1; ini dapat bervariasi dari gamelan gamelan, atau bahkan di antara instrumen gamelan yang sama. Instrumen slendro umumnya hanya memiliki enam kunci. Menyediakan melodi inti (balungan) dalam gamelan. Saron menghasilkan nada satu oktaf lebih tinggi daripada demung, dengan ukuran fisik yang lebih kecil. Tabuh saron biasanya terbuat dari kayu, dengan bentuk seperti palu.
Varietas



Dari kiri ke kanan, saron panerus, saron barung, dan demung, dari STSI Surakarta
Sarons biasanya datang dalam beberapa ukuran, dari yang terkecil hingga terbesar:
• Saron panerus (juga: Peking)
• Saron barung (kadang-kadang hanya saron)
• Saron demung (sering hanya disebut demung)
Setiap salah satu dari mereka adalah yang bernada oktaf di bawah sebelumnya. slenthem atau slentho melakukan fungsi yang sama dengan sarons satu oktaf di bawah demung.
Teknik Memainkan
Saron dipukul dengan palu (Tabuh). Biasanya palu yang mencolok adalah miring ke kanan untuk menghasilkan suara yang lebih lengkap. Demung dan saron barung umumnya menggunakan palu kayu, sementara palu Peking terbuat dari kerbau tanduk yang mana akhirnya memberikan suara shriller. Sisi lain digunakan untuk mengurangi catatan sebelumnya dengan memegang kunci dalam rangka untuk mencegah suara berlumpur. mengulangi catatan. Adapun, catatan biasanya setengah basah mengalahkan sebelum menyerang lagi. Saron barung dan demung biasanya bermain lebih sering dan lebih sederhana bagian. Ini adalah teknik yang biasa untuk bermain mereka:
• Mbalung: memainkan balungan melodi sebagai dinotasikan, tanpa elaborasi
• Tabuhan pinjalan: memainkan saling pinjalan pola antara saron barung, demung, dan slenthem, yang mengisi dalam offbeats dari balungan
• Tabuhan imbal: memainkan saling imbal pola antara dua instrumen yang sama, biasanya baik saron barung atau demung. Perhatikan bahwa dampening harus terjadi segera setelah pemain lain memainkan catatan; ini biasanya dua kali secepat ketika bermain dengan diri sendiri.
• Pancer: kadang-kadang sebuah catatan yang ditambahkan antara balungan catatan jika ada banyak ruang di antara mereka (yakni, tidak dalam lambat irama). Ini disebut pancer.
Saron panerus memiliki pola khas yang membuatnya berbeda dari yang lain saron. Biasanya bermain lebih sering, dan tetap konstan akan mengalahkan seluruh sepotong. Teknik bermain yang meliputi:
• Nacah Lamba: memainkan balungan (dengan catatan diulang jika perlu, tergantung pada irama)
• Nacah selang-seling: memainkan balungan di pasang catatan (yang dapat diulang), membuat variasi yang lebih rumit pada frase
• Imbal-imbalan: mirip dengan tabuhan imbal untuk sarons lain

Cara menabuhnya ada yang biasa sesuai nada, nada yang imbal, atau menabuh bergantian antara saron 1 dan saron 2. Cepat lambatnya dan keras lemahnya penabuhan tergantung pada komando dari kendang dan jenis gendhingnya. Pada gendhing Gangsaran yang menggambarkan kondisi peperangan misalnya, ricik ditabuh dengan keras dan cepat. Pada gendhing Gati yang bernuansa militer, ricik ditabuh lambat namun keras. Ketika mengiringi lagu ditabuh pelan.

Dalam memainkan saron, tangan kanan memukul wilahan / lembaran logam dengan tabuh, lalu tangan kiri memencet wilahan yang dipukul sebelumnya untuk menghilangkan dengungan yang tersisa dari pemukulan nada sebelumnya. Teknik ini disebut memathet (kata dasar: pathet = pencet)








BONANG
gambar : bonang barung (depan) dan bonang panerus,
dari STSI Surakarta

Bonang adalah alat musik yang digunakan di Jawa gamelan. Ini adalah kumpulan gong kecil (kadang-kadang disebut “ceret” atau “pot”) ditempatkan secara horizontal ke string dalam bingkai kayu (Rancak), baik satu atau dua baris lebar. Semua ceret memiliki bos pusat, tapi di sekitarnya yang lebih rendah bernada datar yang memiliki kepala, sedangkan yang lebih tinggi memiliki melengkung satu. Masing-masing sesuai untuk pitch tertentu dalam skala yang sesuai; sehingga ada bonang berbeda untuk pelog dan slendro.. Mereka biasanya memukul dengan tongkat berlapis (Tabuh). Hal ini mirip dengan memeluk lain gong dalam gamelan, yang Kethuk, Kempyang, dan kenong. Bonang dapat dipalsukan terbuat dari perunggu, dilas dan dingin-dipalu besi, atau kombinasi dari logam. Selain berbentuk gong bentuk ceret, ekonomis dipalu bonang yang terbuat dari besi atau plat kuningan dengan mengangkat bos sering ditemukan di desa gamelan, di suriname gamelan gaya, dan dalam beberapa gamelan Amerika.
Dalam gamelan Jawa Tengah ada tiga jenis bonang yang digunakan:
• Bonang panerus adalah yang tertinggi di antara mereka, dan menggunakan ceret terkecil. Hal ini biasanya mencakup dua oktaf (kadang-kadang lebih dalam slendro di Solo-gaya instrumen), yang mencakup rentang kurang lebih sama seperti saron dan Peking digabungkan. Ia memainkan irama tercepat bonang, layu saling terkait dengan atau bermain di dua kali kecepatan bonang barung.
• Bonang barung yang bernada satu oktaf di bawah bonang panerus, dan juga secara umum mencakup dua oktaf, kira-kira kisaran yang sama seperti demung dan saron digabungkan. Ini adalah salah satu instrumen yang paling penting dalam ansambel, karena memberikan banyak isyarat untuk pemain lain dalam gamelan.
• Melengking bonang panembung adalah yang terendah. Hal ini lebih sering terjadi di Yogya gaya gamelan, yang mencakup rentang kurang lebih sama seperti slenthem dan demung digabungkan. Ketika hadir dalam gaya Solo-gamelan, mungkin hanya memiliki satu baris dari enam (slendro) atau tujuh ceret terdengar dalam register yang sama sebagai slenthem. Hal ini disediakan untuk repertoar yang paling sederhana, biasanya bermain parafrase dari balungan.
Bagian-bagian yang dimainkan oleh bonang barung dan bonang panerus lebih kompleks daripada banyak instrumen dalam gamelan, dengan demikian, pada umumnya dianggap sebagai instrumen mengelaborasi. Kadang-kadang memainkan melodi berdasarkan balungan, meskipun umumnya diubah dengan cara yang sederhana. Namun, juga dapat memainkan pola yang lebih kompleks, yang diperoleh dengan menggabungkan barung dan panerus patters, seperti saling silih bergantinya bagian (imbal) dan interpolasi dari pola melodi jerau (sekaran).
Tunggal, l-berbentuk, baris, bonang juga merupakan instrumen melodi terkemuka di Sunda Degung. Bonang mirip dengan Bali reong.

PENUTUP

1.  Kesimpulan
Saron (atau disebut juga ricik) adalah salah satu instrumen gamelan yang termasuk keluarga balungan. Biasanya terdiri dari tujuh perunggu bar diletakkan di atas kerangka beresonansi (Rancak). Saron juga terbagi atas dua laras, yaitu laras pelog dan salendro.
Bonang adalah alat musik yang digunakan di Jawa gamelan. Bonang terdiri dari gong kecil (kadang-kadang disebut “ceret” atau “pot”) ditempatkan secara horizontal ke string dalam bingkai kayu (Rancak), baik satu atau dua baris lebar.

2.  Saran
Terimakasih kepada guru yang telah memberikan tugas ini, sebab membuat tugas ini kami jadi tahu tentang sisitem dalam kehidupan tumbuhan.
Kami menyadari bahwa menyusun tugas ini sangat jauh dari sempurna. Jadi, saran dari semua pihak sangat diharapkan untuk membenarkan makalah yang akan datang.
Kami selaku penyusun mengucapkan banyak terimakasih.







Tugas Siswa


Makalah karawitan
“alat music goyang ( angklung )”





















Di susun oleh :
Kelompok ........Kelas VIIIA

Ø   Dwi Priatna
Ø   Indriyani Dewi Puspa
Ø   Irfan Hilmy
Ø   Mia Amelina
Ø   Reni setiawati
Ø   Sansan Santosa
Ø   Tita rostika A.
Ø   Wida



 SMP Negri 2 Sukamantri
Dusun Sindang Kalangon, Desa Sindanglaya, Sukamantri,
Ciamis,jawa Barat
2011/2012


Kata pengantar
Puji dan syukur penyusun panjatkan Khadirat ALLAH SWT , karena rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyusun makalah ini.Tidak lupa juga kami ucapkan pada semua pihak yang telah membantu kami , baik secara langsung ataupun tidak langsung.
Dalam makalah ini , kami menjelaskan sedikit  tentang alat music goyang ( angklung ), dan cara memainkannya.
Makalah ini dapat menambah wawasan tentang Karawitan.Khususnya tentang alat music goyang ( angklung ).
Makalah ini disajikan dalam bahasa yang sederhana untuk memudahkan dalam mempelajarinya.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.Sebelumnya kami meminta maaf , karena dalam mengerjakan makalah ini kami jauh dari kesempurnaan.Untuk itu kami memohon dukungan , kritik , dan sarannya dari anda.
Selamat membaca.




Sindanglaya , 07 Agustus 2011

Penyusun















BAB I
ISI
A.Pengertian angklung
Angklung merupakan alat musik  tradisional dar Indonesia,yang pertama kali muncul sekitar tahun 1938 dari daerah Jawa Barat.Daeng Soetigna adalah seseorang yang berperan penting dalam perkembangan alat musik dari daerah sunda ini,karena beliau dipercaya sebagai penemu alat musik angklung.Beliau juga melakukan modernisasi alat musik angklung,dari alat musik yang berskala tangga nada pentatonis (tangga nada tradisional) menjadi angklung yang berskala tangga nada diatonis (tangga nada modern),yaitu do -  re – mi-  fa – sol – la – si .Angklung diatonis atau Angklung Modern ini disebut juga Angklung Padaeng.Selain Daeng Soetigna,ada pula nama lain seperti Mang Ujo dan Erwin Anwa yang meneruskan kesenian angklung sepeninggalnya Daeng Soetigna.
Karena penggunaan nada-nada diatonis yang sudah cukup familier,ini menjadikan angklung semakin mudah dikenal oleh masyarakat bahkan sampai ke berbagai belahan dunia.Angklung Modern sendiri mulai diperkenalkan pada masyarakat internasional di tahun 1946 pada malam hiburan perundingan Linggar Jati.Dan pada Tahun 1950 dan 1955,Angklung modern pun ditampilkan pada Konferensi Asia Afrika.Bahkan lagu “Bohemian Rhapsody”,karya kelompok musik legendaris Queen,dibawakan dengan “manis” oleh kelompok musik angklung pimpinan Daeng Oktafiandi Udjo,dan berhasil memukau lebih dari 200 undangan yang memenuhi Conway Hall,Red Lion Square,di pusat Kota London.
Berikut ini adalah gambar angklung.




1


B.Cara Memainkan angklung
Cara memainkan alat musik angklung ini dengan cara di goyang-goyang,sehingga angklung akan menghasilkan bunyi,bunyi pada angklung ini muncul karena bambu-bambu angklung saling berbenturan.Bunyi yang dihasilkan dari benturan bambu-bambu tersebut membentuk susunan nada,sedangkan tinggi rendah nada yang dihasilkan alat musik angklung,tergantung dari besar kecil selongsong bambu yang digunakan.Selain itu,alat musik angklung juga dapat dipadukan dengan alat musik lain seperti piano,gitar,tambourine,kendang dan lainya.Biasanya kita dapat menemui kolaborasi antar alat musik ini dalam pertunjukan musik instrumental,seperti jazz maupun pertunjukan musik etnik.
Jika kita perhatikan di pementasan alat musik angklung,ada banyak sekali pemainnya,bahkan ada yang sampai 100 orang lebih guna memainkan alat musik tradisional ini.Ini membuat fungsi lain dari angklung,selain sebagai alat musik,angklung juga dapat memupuk sifat kerjasama,kedisiplinan,kecermatan dan tanggung jawab.
Penonton pertunjukan alat musik angklung ini juga dapat ikut langsung memainkan angklung bersama.Pernah  lihat di TV,penonton pertunjukan angklung yang merupakan cewek bule,ikut memainkan alat musik angklung ini.Ternyata bule malah lebih tertarik dengan alat musik tradisional indonesia ini


2












BAB II
PENUTUP
A.Kesimpulan
Angklung adalah alat music tradisional asli Indonesia.Orang yang paling berperan penting dalam dalam perkembangan alat music ini adalah Daeng Soetigna.Cara membunyikannya adalah di goyang-goyang karena bamboo akan saling berbenturan dan menghasilkan bunyi.
B.Saran
Untuk  mempermudah  dan menyempurnakan tugas kami.Kami semua mengharapkan kritik dan saran dari anda semua.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More